Jantung kita berdetak 100 ribu kali per hari atau memompa sekitar 2000 galon per hari. Ketika berdetak, jantung memompa darah melalui pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh. Pembuluh-pembuluh ini sangat elastis dan bisa membawa darah ke setiap ujung organ tubuh kita.
Jaringan pembuluh-pembuluh darah ini sangat luas, jika dibentangkan panjangnya bisa mencapai lebih dari 60 ribu mil.Cukup untuk mengelilingi bumi lebih kali 2 kali !Bagian dalamnya terdiri dari 4 buah bilik. Dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang disebut septum. Bagian kanan dan kiri dibagi lagi menjadi 2 bilik atas yang disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle, yang memompa darah menuju arteri.Darah yang keluar dari bilik akan melewati sebuah katup. Terdapat 4 buah katup di dalam jantung. Yaitu mitral, tricuspid, aortic, dan pulmonic (sering juga disebut dengan pulmonary).Katup-katup ini berfungsi untuk mengatur jalannya aliran darah menuju ke arah yang benar.Sumber : Yayasan Jantung Indonesia.
Gigi tanggal sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit jantung.Hasil penelitian yang dilakukan Catherine Okoro, ahli epidemiologi dari Division of Adult and Community Health at the Center for Disease Control and Prevention, mengatakan penyakit jantung dialami oleh 4,7% mereka yang giginya tidak tanggal, 5,7% dialami oleh mereka yang memiliki gigi tanggal sebanyak 1 sampai 5 gigi, 7,5% dialami mereka yang mengalami gigi tanggal sebanyak 6 sampai 31 gigi, dan 8,5% dialami oleh mereka yang sudah tidak memiliki gigi.Akan tetapi Okoro menegaskan bahwa hubungan antara tanggal gigi dan penyakit jantung juga harus dipertimbangkan dengan status merokok atau tidak, karena diketahui bahwa merokok berperan penting terhadap tanggalnya gigi dan terjadinya penyakit jantung. Meskipun begitu, saat dilakukan penelitian berdasarkan kelompok usia dan status merokok, didapatkan hubungan yang bermakna antara tanggalnya gigi dan penyakit jantung terhadap responden yang berusia 40 sampai 59 tahun dan tidak merokok.Sumber : kalbefarma.com
Pinggang berukuran besar dapat menjadi jalan singkat ke serangan jantung atau penyakit jantung serius."Lingkar pinggang merupakan hal yang penting," kata seorang pakar jantung dari Universitas Colorado sekaligus Ketua Asosiasi Jantung Amerika, Dr Robert Eckel kepada Koresponden Kesehatan dan Ilmu Pengetahuan Kantor Berita Reuters, Maggie Fox.Kebiasaan merokok tetap menjadi penyebab utama penyakit jantung, namun masalah kegemukan mulai mengejar peringkat tersebut. Statistik mulai menunjukkan dengan jelas, tempat lemak bercokol dalam tubuh merupakan hal yang harus diwaspadai karena bentuk tubuh ‘apel’ dimana lemak berkumpul di perut atau bagian tengah badan lebih berbahaya dibandingkan bentuk tubuh ‘pir’ yang besar di bagian bokong atau paha."Risiko meninggal mendadak itu meningkat karena kepadatan di bagian abdomen atau perut," kata Jouven dalam satu konferensi pers, lalu menambahkan hal tersebut belum diamati lebih jauh untuk kematian yang tidak disebabkan serangan jantung mendadak.Selain itu, penelitian tersebut juga mendapati bahwa orang-orang dengan angka BMI yang tinggi tidak berisiko meninggal dini, kecuali bagi mereka yang memiliki lingkar pinggang besar.*BMI :body mass index atau indeks masa tubuh = rasio dari tinggi dan berat badan yang digunakan secara umum untuk mengetahui seseorang mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan.Sumber : www.mediaindo.co.id (Dikutip dari : Yayasan Jantung Indonesia www.inaheart.or.id)