Akhir-akhir ini sering sekali qt mendengar kata-kata "Narcis" atau "Narsis".
Sebenarnya dari manakah asal muasal kata "Narcis" atau "Narsis" ini?
Terciptanya kata-kata ini tidak lepas dari cerita mitologi Yunani tentang manusia bernama Narcissus yang hanya berempati pada dirinya sendiri. Kira-kira seperti inilah kisahnya :Alkisah seorang dewi air bernama Liriope dan dewa sungai Cepissus, memiliki putra yang sangat tampan bernama Narcissus. Seorang peramal bernama'Tererias' mengatakan bahwa Narcissus akan berumur panjangbila ia tidak melihat pantulan dirinya sendiri.Dan Narcissus tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan.Banyak perempuan yang jatuh cinta padanya namun tak ada seorang wanitapun yang bisa menarik perhatiannya.Bahkan seorang dewi bernama Echo (Gema) benar-benar kasmaran, sehingga ia bersusah payah mengejar Narcissus hingga ke tebing-tebing, jurang dan gunung. Tapi tetap saja Narcissus tidak bergeming. Dengan hati yang remuk redam dewi Echo perlahan menghilang hinggayang terdengar hanya pantulan suaranya yang penuh duka.Dewi Nemessis mendengar tangisan hati dewi Echo.Lalu ia mengutuk Narcissus bahwa pemuda tampan itukelak akan mencintai bayangannya sendiri.
Suatu ketika Narcissus sedang berjalan-jalan menyusuri sebuah sungai yang sembilan kali mengalir mengelilingi alam arwah, Styx. Ia merasa haus melihat aliran jernih sungai tersebut.Ia membungkuk untuk meminum sedikit airnya. Betapa terkejutnya ketika ia melihat bayangan wajahnya di sungai. Ia baru menyadari, betapa sangat tampannya ia.Narcissus sangat kagum pada wajahnya sendiri yang tercermin di permukaan air jernih itu. Ia merasa jatuh cinta dan tak sanggup
meninggalkan bayangannya.
Bibirnya bergerak untuk mencium bayangan bibirnya sendiri, tangannya berusaha menggapai wajah dalam air. Tapi selalu sia-sia. Sehingga ia kecewa, merana cintanya tak kesampaian. Ia terus berusaha meraih pantulan dirinya dalam air. Narcisuss tergelincir, tenggelam dan kemudian meninggal. Para dewa menemukan jasadnya dan mengubahnya menjadi bunga yang disebut sebagai bunga narcisuss/narsis.Kisah ini tidak berhenti sampai disini saja.
Ketika Narcissus mati, dewi-dewi hutan muncul dan mendapati
danau tadi yang semula berupa air segar telah berubah menjadi danau
airmata yang asin.
“Mengapa engkau menangis?” tanya dewi-dewi itu.
“Aku menangisi Narcissus,” jawab danau.
“Oh, tak heranlah jika kau menangisi Narcissus,” kata mereka,
“Sebab walau kami selalu mencari dia di hutan, hanya kau saja yang dapat
mengagumi keelokannya dari dekat."
“Tapi, elokkah Narcissus?” tanya danau.
“Siapa yang lebih mengetahuinya daripada engkau?” dewi-dewi bertanya heran.
"Di dekatmulah ia tiap hari berlutut mengagumi dirinya.”
Danau terdiam beberapa saat, akhirnya ia berkata
“Aku menangis karena setiap ia berlutut di tepianku, aku bisa melihat
di kedalaman matanya pantulan keindahanku sendiri”.
Demikianlah kisah 'unhappy ending' dariseorang Narcissus. Banyak sekali yang bisa qt telaah dan pelajari dari kisah mitologi ini. Yang pasti gak menyenangkan hidup sebagai 'Narsis'. Bukankah manusia dilahirkan dan ditakdirkanuntuk bersosialisasi dengan yang lain (termasuk hewan dan tumbuhan).Kelewat mencintai diri sendiri tanpa perduli dengan yang lainmengindentifikasikan sikap "Narcissme" atau mengarah ke kelainan jiwa.Mencintai diri kita sendiri itu penting asal tidakberlebihan, intinya jangan egois kali yaa..